Citizen
journalism atau disebut juga sebagai partisipatory journalism, yaitu aksi dari
warga kota/negara yang memainkan peran aktif dalam proses pengumpulan,
pelaporan, analisa, serta diseminasi berita dan informasi. Maksud dari partisipasi
publik ini adalah untuk menghadirkan independensi, reliabilitas, akurasi,
wide-ranging dan relevansi informasi yang ada dalam demokratisasi
Citizen Journalism dimanfaatkan melalui situs
situs di internet. Kita ketahui bahwa situs internet merupakan akses tercepat
untuk mendapatkan berita dan bagaimana masyarakat dapat memperoleh semua
informasi dengan cepat. Bukan hanya informasi dalam negri saja yang dapat kita
peroleh di situs internet tetapi juga informasi seluruh dunia dapat kita
dapatkan hanya dengan sekali klik saja. Bukan hanya wartawan professional saja
yang dapat menulis berita di situs internet tetapi juga orang awam yang
mempunyai berita juga dapat menulis berita disitus internet.
Keanekaragaman situs internet menawarkan banyak
informasi baik informasi yang benar maupun informasi yang tidak benar. Citizen
Journalism sangat membantu atau bermanfaat bagi orang-orang yang sibuk sehingga
membutuhkan informasi yang cepat dan dapat dipercaya.
Dalam jurnalisme online, pengakses atau pembaca menjadi
subyek berita seperti pada media massa konvensional sebelumnya. Beberapa tahun
belakangan ini sudah mulai era baru dunia jurnalisme dengan konsep
partisipatif, dimana siapa pun bisa melaporkan apa saja ke publik. Berita,
opini, reportase, sampai curhat yang sangat pribadi, semua bisa dipublikasikan
kepada orang lain dan dinikmati secara luas.
Citizen journalism mempunyai kelebihan
dan kekurangan masing-masing. Kelebihannya adalah informasi
tersalurkan dengan cepat, pembaca pun bisa mengirimkan reaksinya secara
langsung. Sehingga materi yang ada diperbincangkan dalam situs tersebut bisa
saja lebih hangat dibandingkan situs yang memiliki editor. Kelemahannya, situs model
wiki bisa dipakai oleh orang-orang tidak bertanggungjawab yang mengirimkan tulisan
yang tidak baik. Artikel atau segala informasi yang dikirimkan pun bisa jadi
masih dangkal dan tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik.
Tulisan yang ada dalam situs yang mengusung citizen
journalism, tidak hanya berisikan tulisan warga non-jurnalis. Tidak
sedikit pula jurnalis professional ikut menjadi anggota situs. Keadaan ini
disebabkan idealisme dalam citizen journalism masih dijunjung tinggi tanpa
terusik kepentingan apapun. Mereka ingin berbagi pengalaman dengan lebih
leluasa, mengungkapkan sesuatu yang tidak bisa dilakukan dalam pekerjaan
mereka. Inilah yang menjadi perbedaan nyata antara jurnalis warga dan jurnalis
professional.
Citizen journalism hadir bukan menjadi pesaing
media konvensional, tapi sebagai alternatif yang memperkaya informasi. Dalam
citizen journalism, seorang jurnalis professional dan jurnalis warga bisa
saling berbagi dalam membuat produk jurnalistik yang kredibel sekaligus
benar-benar beresensikan kemanusiaan, tanpa diusik kepentingan apapun yang
menghambat idealisme. Perkembangan online citizen journalism bergantung
pada banyaknya warga yang bisa mengakses internet.
Di Indonesia, menurut APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) menunjukkan jumlah pengguna internet hingga tahun 2006 berjumlah 20 juta orang, sementara jumlah pelanggan internet adalah enam juta orang. Peningkatan jumlah pengguna blog pun semakin bertambah, diperkirakan jumlah blog Indonesia yang aktif hingga Mei 2007 sudah mencapai 30.000 (Priyadis Place, 13 Oktober 2005). Tidak semua blogger mengusung citizen journalism, namun kondisi ini menunjukkan tingkat melek teknologi dan budaya menulis warga Indonesia yang semakin besar. Selagi masyarakat Indonesia masih mau berbagi (to share) dengan menuliskan informasi atau opininya, citizen journalism akan terus berkembang dan diharapkan menjadi media alternatif yang bisa melahirkan demokrasi dan mencerdaskan masyarakat.
Di Indonesia, menurut APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) menunjukkan jumlah pengguna internet hingga tahun 2006 berjumlah 20 juta orang, sementara jumlah pelanggan internet adalah enam juta orang. Peningkatan jumlah pengguna blog pun semakin bertambah, diperkirakan jumlah blog Indonesia yang aktif hingga Mei 2007 sudah mencapai 30.000 (Priyadis Place, 13 Oktober 2005). Tidak semua blogger mengusung citizen journalism, namun kondisi ini menunjukkan tingkat melek teknologi dan budaya menulis warga Indonesia yang semakin besar. Selagi masyarakat Indonesia masih mau berbagi (to share) dengan menuliskan informasi atau opininya, citizen journalism akan terus berkembang dan diharapkan menjadi media alternatif yang bisa melahirkan demokrasi dan mencerdaskan masyarakat.
Steve
Outing pernah mengklasifikasikan bentuk-bentuk citizen journalism sebagai
berikut:
- Citizen journalism membuka ruang untuk komentar publik. Dalam ruang itu, pembaca atau khalayak bisa bereaksi, memuji, mengkritik, atau menambahkan bahan tulisan jurnalisme profesional. Pada media cetak konvensional jenis ini biasa dikenal dengan surat pembaca.
- Menambahkan pendapat masyarakat sebagai bagian dari artikel yang ditulis. Warga diminta untuk ikut menuliskan pengalamannya pada sebuah topik utama liputan yang dilaporkan jurnalis.
- Kolaborasi antara jurnalis profesional dengan nonjurnalis yang memiliki kemampuan dalam materi yang dibahas. Tujuannya dijadikan alat untuk mengarahkan atau memeriksa keakuratan artikel. Terkadang profesional nonjurnalis ini dapat juga menjadi kontributor tunggal yang menghasilkan artikel tersebut.
- Bloghouse warga. Bentuknya blog-blog gratisan yang dikenal, misalnya ada wordpress, blogger, atau multiply. Melalui blog, orang bisa berbagi cerita tentang dunia, dan bisa menceritakan dunia berdasarkan pengalaman dan sudut pandangnya.
- Newsroom citizen transparency blogs. Bentuk ini merupakan blog yang disediakan sebuah organisasi media sebagai upaya transparansi. Dalam hal ini pembaca bisa melakukan keluhan, kritik, atau pujian atas apa yan ditampilkan organisasi media tersebut.
- Stand-alone citizen journalism site, yang melalui proses editing. Sumbangan laporan dari warga, biasanya tentang hal-hal yang sifatnya sangat lokal, yang dialami langsung oleh warga. Editor berperan untuk menjaga kualitas laporan, dan mendidik warga (kontributor) tentang topik-topik yang menarik dan layak untuk dilaporkan.
- Stand-alone citizen journalism, yang tidak melalui proses editing.
- Gabungan stand-alone citizen journalism website dan edisi cetak.
- Hybrid: pro + citizen journalism. Suatu kerja organisasi media yang menggabungkan pekerjaan jurnalis profesional dengan jurnalis warga.
- Penggabungan antara jurnalisme profesional dengan jurnalisme warga dalam satu atap. Website membeli tulisan dari jurnalis profesional dan menerima tulisan jurnalis warga.
- Model Wiki. Dalam Wiki, pembaca adalah juga seorang editor. Setiap orang bisa menulis artikel dan setiap orang juga bisa memberi tambahan atau komentar terhadap komentar yang terbit (Yudhapramesti, 2007). {peri heriyanto}/ lembahbanyu.blogspot.com

Posting Komentar